PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepada Tim liputan jelajah kota radio mesra belum lama ini, Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir M.Si mengatakan Efisiensi sebenarnya bukan pemotongan anggaran, tapi pembatasan belanja kalau masih ada bisa dilakukan penghematan, pembatasan yang dilakukan.
“Contoh, kalau bimtek biasanya dilakukan tiga kali, bisa dua kali atau bisa dirubah sistemnya, Kalau biasa di Makassar, kenapa tidak dilakukan di parepare, tetapi tidak boleh menghilangkan output daripada kegiatan itu. Jadi boleh saja dikurangi anggarannya, tapi tidak boleh dihilangkan kegiatannya. sesungguhnya efisiensi itu jangan sampai menurunkan kinerja pemerintah, karena kalau kinerja turun, pasti pelayanan pemerintah ke masyarakat tidak berkualitas. Ini yang mesti dipahami oleh pemerintah daerah.” Kata Kaharuddin.
Lanjut Kaharuddin Kadir, Efisiensi yang lakukan ini, betul-betul sesuai dengan yang diinginkan oleh Inpres, jangan nanti kebablasan, tidak diatur dalam inpres.
“Tapi kita juga ikutkan. Contoh, kami di DPR juga kena dampaknya. Biaya kehumasan kita dipindahkan ke Infokom, sementara DPRD ada hal-hal yang memang kita harus publikasikan secara intensitas, apakah melalui media cetak, media elektronik, online, dan lain sebagainya, kenapa, supaya masyarakat bisa tahu apa-apa yang dilakukan oleh DPRD, harus sama persepsi kita. Efisien itu bukan pemotongan, tapi pembatasan. Kalau ada rasionalisasi. Hasil rasionalisasi itu bisa ditambahkan ke infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.” Jelas Kaharuddin.




















