PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pengurus HMI Parepare periode 2024-2025 menggelar kegiatan Dies Natalies Himpunan Mahasiswa Islam ke 78 secara sederhana di aula pertemuan kantor PDAM Tirta Karajae Rabu, (05/02/25) malam.
Penasehat HMI Drs. Nurazis Talib usai kegiatan di temui tim liputan jelajah kota radio mesra menyoroti sinergi antara KAHMI dan HMI utamanya dipusat, tapi sinerginya ini hanya menjadi toxic, menjadi racun bagi HMI.
“HMI ini kehilangan semangat juangnya, harusnya setiap basic training itu dimasukkan materi demo. Bagaimana demo bertanggung jawab, jangan demo anarki merusak fasilitas negara, karena itu dibiayai oleh pajak dan kita juga korban. Singkatnya memang adik-adik HMI semakin pragmatis dan itu sumbernya dari KAHMI juga yang memelihara dia, KAHMI yang memperiti itu nilai-nilai idealisme yang ada adik-adik mahasiswa.” Kata Nurazis.
Ketua Harian MD KAHMI Andi Firdaus Djollong menambahkan Sebagaimana tema-tema yang dibangun oleh para founding father dari pendiri-pendiri HMI yang sejak dulu, bahwa dua Identitas Ini mesti menyatu, kalau di Nahdlatul ulama itu dikenal dengan Islam nusantara, kalau di Muhammadiyah dikenal Islam berkemajuan maka di HMI itu adalah Islam dan ke Indonesian.
“Dua entitas ini menjadi tema dalam percakapan-percakapan kita, untuk membangun sebuah entitas bangsa. Tadi sudah disampaikan terdahulu itu banyak dibicarakan mengenai tema-tema perkembangan kebangsaan hari ini, dan tentu saya tidak masuk wilayah itu, karena sudah dibahas. Saya lebih pada aspek mempertajam bagaimana HMI ini kembali kepada tema-tema sentral itu yang memang selama ini dibangun dalam proses kaderisasi yang ada di HMI. Dan apalagi dalam perkembangan dinamika kebangsaan hari ini, itu banyak bermunculan mashab mashab yang sepertinya berbenturan satu sama lain, padahal sesungguhnya atau seharusnya, Islam ke Indonesian ini tetap dibangun agar bisa menyatukan pikiran-pikiran atau komplik komplik yang terjadi di tengah-tengah umat.” Jelas Firdau.
Ketua HMI Parepare Muh. Ilham Mursalam mengungkapkan HMI bisa menjadi mitra kritis dan dalam pembangunan daerah karena inkubator inkubator yang ada di HMI itu menjadi peran-peran strategis dan itu yang perlu kedepannya pemerintah daerah bisa menjadi teman diskusi bagi teman-teman HMI maupun senior senior yang ada di HMI agar tidak ada menjadi aturan tumpang tindih.
“Kenapa, karena hal yang demikian yang seharusnya kita jaga, bagaimana bisa pembangunan di Parepare itu merata, dan tidak yang saling tergeserkan nantinya. Saya harap, bahwa pemerintah ke depan nantinya bisa lebih melek kebutuhan-kebutuhan masyarakat di kota Parepare. Sebagai mahasiswa, harus ada pemerintah daerah harus menyiapkan yang namanya beasiswa kepada mahasiswa Parepare, untuk melanjutkan yang namanya pendidikan S1 atau S2 dan S3. Itulah tugasnya, kenapa karena pendidikan adalah tempatnya mahasiswa untuk beradu gagasan dan sebagainya. HMI hadir untuk bagaimana bisa menampung, sebagai wadah untuk mahasiswa yang ada di parepare.” Terang Ilham
Acara Dies Natalies Himpunan Mahasiswa Islam ke 78 ditutup dengan pemotongan tumben yang di wakilkan pada ketua MDK KAHMI Nurazis dan Ketua HMI Parepare Muh. Ilham Nursalam. Sejumlah senior HMI turut hadir pada kegiatan tersebut seperti mantan anggota DPRD Hj. Zainab Samsuddin, H. Andi Abd. Rahman Saleh, Salim Sultan dan lainnya




















