PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kader Partai Gerindra yang juga anggota badan Anggaran DPRD kota parepare Dr. Kamaluddin Kadir lewat program Obras Selasa (17/12/24) mengatakan nilai 10.000 untuk anggaran makan bergizi gratis bila bandingkan dengan harga makanan, kalau di beli di luar pasti tidak akan maksimal.
“Kalau di pihak ketigakan pasti sudah siap, baik susu, telur, proteinnya, vitamin, karbohidrat. Karena syaratnya harus 600 sampai 700 kalori yang terkandung dalam satu paket makanan untuk anak-anak kita. Itu sudah melalui kajian dalam bentuk bahan baku. 10.000 ini, kita juga sesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.” Kata Dr. Kamaluddin.
Lanjut Dr. Kamaluddin, petunjuk teknis terkait dengan pelaksanaan makan bergizi gratis ini belum ada. Berdasarkan informasi ini, nanti di Januari. kajiannya juga terkait dengan jumlah presentase anggaran yang harus disiapkan sharing dari APBD. Berkaitan dengan data yang di miliki yang dilakukan dinas pendidikan, karena pemerintah pusat meminta ke 514 kabupaten kota, kira-kira berapa jumlah anak mulai dari TK, SD, SMP mungkin SMA yang ada di provinsi dan yang lainnya itu sudah diserahkan ke pusat.
“Nanti pusat yang akan mengkalkulasi berapa persentase yang disiapkan melalui daerah. Jadi ada informasi bahwa melalui APBD sekitar 20 sampai 30%. Sekaitan dengan data yang sudah disampaikan dinas pendidikan, jumlah siswa kita yang ada di kota Parepare itu, dari jumlah siswa TK 2.789 siswa, SD 15.955 siswa, kemudian SMP 6.459 siswa. Jadi total siswa yang mau disiapkan itu 25.203 siswa. Kalau di kali Persiswa dikali dengan 10.000, berapa per anak setahun. Kalau kita kali harga makanan Rp.10.000 dikali dengan hari efektif sekolah di setiap bulan, itu 22 hari kemudian kita kali dengan 11 bulan, karena tahun depan kalau Ramadan itu tidak sekolah. Jadi didapatkan angka per anak itu untuk biaya makan biaya makan bergizi gratis, itu 2.420.000. Kalau kita totalkan dengan 25.203 dalam setahun itu jumlah siswa kali 10.000 dengan 20 hari kerja 11 bulan maka didapatkan total anggaran 60.991.260.000.” Jelas Dr. Kamaludfin
Tambah Dr. Kamaluddin, karena pusat juga sudah menyiapkan anggaran sebanyak 71 triliun akan dibagi ke daerah.
“Makanya daerah daerah diminta, data dikirim ke pusat untuk di situ persentasenya. Jadi kalau informasi yang kita dengar dari pusat, bahwa akan ada 20% dari total biaya ini, kalau kita ambil persentase 20% dari 60 miliar lebih ini, maka jumlah yang kita harus siapkan di APBD 12 miliar lebih, kalau kita asumsikan 30%, maka kita akan siapkan 18 miliar lebih, sisanya itu 71 triliun yang di suplai masuk ke daerah.” Terang Dr. Kamaluddin.




















