PAREPARE, RADIOMESRA. COM. – Berawal dari sulitnya mendapatkan gas 3 kg, seorang warga di kota Parepare, Sulawesi selatan punya cara tersendiri agar kompor di rumahnya bisa tetap menyala tanpa bantuan gas Lpg. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah oli bekas, yang disulap menjadi bahan bakar memakai kompor yang dirakit sendiri menggunakan bahan sederhana.
Warga BTN Perumnas, kelurahan Lompoe, kecamatan Bacukiki, kota Parepare Fajrin berhasil mengembangkan pemanfaatan limbah bekas menjadi bahan bakar kompor yang diciptakannya sendiri.
Menurut Fajrin, ide awal untuk membuat kompor oli bekas setelah dirinya dan keluarga kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Dengan kreativitas yang dimilikinya serta ilmu otomotif yang didapatnya secara otodidak, dirinya mampu memanfaatkan limbah oli bekas untuk dijadikan bahan bakar kompor.
“Awalnya karena kelangkaan gas, itu pun juga walaupun kita mendapatkan gas itu harganya mahal. Kita berinisiatif untuk membuat sesuatu, di mana berguna untuk dan tidak terbuang secara percuma. Kita bikin ini, salah satu inovatif yang dimaksud disini yaitu yang dibantu oleh oli bekas.” Kata Fajrin
Selain oli bekas untuk bahan bakar kompor sambung Fajrin, limbah minyak goreng pun juga bisa digunakan sebagai bahan bakar
“Atau bisa kita gunakan dengan cara minyak goreng bekas yang sudah digunakan, kita gunakan lagi sebagai bahan bakar. Tidak perlu disaring, yang jelas oli bekas, yang bisa digunakan ini langsung pakai tidak usah diolah lagi. Kalau masalah pengapian untukbisa menyala cuman besi oli flower untuk bisa menyalakan api, kita pancing dengan tissu dimasukkan ke dalam tungkunya, itu awal dari apinya bisa menyala. Harapannya untuk ke depan semoga ke depan bisa lebih baik lagi, dan masyarakat bisa paham, bagaimana caranya untuk bisa lebih efisiensi lagi, untuk masalah dapur bahan bakar bagaimana di tambah juga untuk bisa mempertimbangkan kembali dibidang eksistensi di mana itu limbah dikembangkan lebih baik lagi,”terang Fajrin.
Fajrin bersama dengan rekannya Firman mencoba mengelola oli bekas dari bengkel miliknya untuk dijadikan bahan bakar kompor. Untuk membuat kompor dengan bahan bakar dari oli bekas ini, kata Fajrin ia harus menghabiskan biaya sebanyak 1 juta rupiah, dengan memerlukan blower sebagai alat khusus untuk mengatur tinggi rendahnya api, serta beberapa rangka besi yang digunakan untuk merakit kompor.
Menurut Fajrin penggunaan kompor dengan bahan bakar oli bekas ini telah berjalan empat bulan, untuk memasak air, dan nasi. Kedepannya Fajrin rencananya akan mengembangkan lebih jauh kompor dengan bahan bakar oli bekas ini, agar dapat digunakan oleh warga. Dan tentu dengan harapan bisa membantu masyarakat dalam mengatasi kelangkaan gas elpiji di pasaran.




















