PAREPARE, RADIOMESRA. COM – YLP2EM melalui program yayasan BaKTI menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas untuk Forum Media dan Jurnalis, di Cafe and Resto Amaish Kota Parepare, selama dua hari mulai 8 hingga 9 November 2023. Kegiatan dibuka Koordinator Program Inklusi Parepare, Abd. Samad Syam, mewakili Direktur YLP2EM Ibrahim Fattah, di Ruang Pertemuan Cafe and Resto Amaish.
Direktur YLP2EM, Ibrahim Fattah mengatakan, salah satu pilar dari program inklusi adalah media, yang dapat berkaitan dengan pemberitaan, pembentukan opini atau publikasi yang dapat membangun perspektif melalui media. Olehnya itu kata dia, dengan pelatihan ini untuk memberi pemahaman kepada para Jurnalis, terkait karya jurnalistik yang ke depan diharapkan tak lagi bias.
“Ini jadi ini program inklusia ini salah satu dari 4 mitra strategis adalah media. Yang pertama itu pemerintah Daerah, yang kedua adalah DPRD, yang ketiga adalah kelompok konsithuen dan yang keempat adalah media. Media adalah satu dari pilar ke 4 mitra strategis program inklusi. Kenapa media menjadi salah satu pilar program inklusi, karena ini berkaitan dengan pemberitaan publikasi pembentukan opini membangun perspektif lewat media.’ Kata Ibrahim.
Lanjut Ibrahim, bisa dibayangkan kalau berita-berita yang berkaitan dengan inklusi jika itu misalnya belum sampai pemahamannya pada jurnalis, Maka akan muncul banyak bias. Bias gender, inklusi dan seterusnya, sehingga untuk membangun persepsi yang sama tentang bagaimana idealnya itu pemberitaan yang perspektif inklusi, maka YLP2EM bersama yayasan bakti dalam program inklusi tahun ini mencoba mengundang sejumlah media atau jurnalis untuk meningkatkan kapasitas
“Sesungguhnya, program ini juga berharap agar jurnalis secara inisiatif mendorong pemerintah daerah dan DPRD untuk bagaimana mereka yang dikerjakan yang mendorong yang mendukung inklusi. Misalnya, kita melihat banyak-banyak fasilitas umum atau perkantoran itu yang belum ramah terhadap Disabilitas. Seperti misalnya jalan yang miring, tidak ada kursi roda, beda kalau di instansi vertikal Anda misalnya kalau ke kejaksaan atau di pengadilan negeri kalau butuh tongkat ada tongkat butuh kursi ada kursi.” Harap Ibrahim.




















