PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Melalui Program Inklusi, Yayasan Lembaga Pengkajian Pengembangan Ekonomi Dan Masyarakat (YLP2EM) dan Yayasan BaKTI, bekerjasama Pemerintah Kota Parepare dan DPRD, menggelar kegiaatan penguatan kelompok konstituen untuk penerimaan pengaduan dan penyediaan layanan komunitas dan advokasi kebijakan, di Cafe Logota sejak tanggal 24 hingga 27 mei 2023.
Kegiatan ini digelar dalam bentuk diskusi kelompok dengan menghadirkan dua orang pemateri. Pemateri pertama dari DP3A memberikan materi tentang penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sementara pemateri kedua dari Dinas Sosial memberikan materi tentang perlindungan sosial bagi masyarakat.
Adapun peserta dalam kegiatan itu adalah para pengurus yang terpilih 8 orang champion, masing-masing 15 kelompok konstituen yang berjumlah 120 orang perwakilan dari empat kecamatan di Kota Parepare.
Koordinator Program Inklusi Parepare, Abdul Samad Syam, menjelaskan, Kegiatan ini merupakan rencana tindak lanjut penguatan kelompok konstituen terkait penanganan pengaduan advokasi dan organisasi
“Kegiatan ini adalah merupakan rencana tindak lanjut beberapa kegiatan kelompok konstituen dan hari ini namanya KK champion. Dari 30 lebih pengurus kita pilih 8 orang dalam rangka bagaimana penanganan di wilayahnya terkait kekerasan perempuan dan anak dan perlindungan sosial. Karena program ini memang menyasar teman-teman khususnya kelompok-kelompok marginal dan rentang untuk difasilitasi untuk mendapatkan perlindungan sesuai hak terkait dengan tertindas dengan kekerasan.” Kata Samad.
Lanjutnya, Kegiatan tersebut mudah-mudahan ada respon dari pemerintah daerah khususnya dinas terkait dalam hal ini dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dinas sosial terkait perlindungan sosial.
“Harapan kita bahwa ada mediasi antara pemerintahan, dan teman-teman ketika terjadi kasus pengaduan di wilayah atau kelurahan, sehingga dia bisa berkoordinasi dengan paralegal DP3A. Kalau misalnya dinas sosial bagaimana dia mengurus tentang perlindungan hak distabilitas untuk mendapatkan hak mereka distabilitas perempuan anak dan lansia, Di situ dia akan berkoordinasi mungkin dengan dinas sosial itu ada petugas pendamping, tapi kita mengharapkan juga kerja-kerja ini harus ada pengakuan dan pemerintah misalnya ada SK minimal SK dinas.” Jelas Samad
sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan itu bagaimana KK Champion ini mampu melakukan penanganan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak, serta masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial.




















