PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Setelah mengalami defisit akibat pandemi covid 19 selama tahun 2020-2021 PAM Tirta Karajae memasuki masa recovery di tahun 2022. Direktur PAM Tirta Karajae Andi Firdaus Djollong saat di temui tim liputan jelajah kota radio mesra di kantornya Kamis (09/03/23) lalu mengungkapkan memasuki tahun 2023 PAM Tirta Karajae mencatat pendapatan yang lumayan meningkat, karena itu kata Firdaus untuk tahun 2023 PAM Tirta Karajae tidak lagi mendapatkan dana penyertaan dari pemerintah daerah.
“Karena Visi, Mandiri, unggul terpercaya. Tahun 2023 ini, sebagaimana juga arahan bapak wali kota Parepare penyertaan ini dilepaskan untuk mandiri. Jadi tidak ada lagi penyertaan modal untuk tahun 2023 tidak ada sehingga manajemen PDAM ini mesti melakukan efisiensi agar supaya semua biaya operasional itu tercover.” Kata Firdsus.
Lanjut Mantan ,Legislator 2014-2019 ini, Dirinya bersyukur PAM Tirta Karajae kini mampu meraih laba dan sudah berjalan sendiri dari sekitar 24.000 pelanggan untuk saat ini.
“Alhamdulillah untuk tahun 2022 sudah lama, sekian tahun yang lalu merugi terus dan tahun 2022 sudah laba. Sudah ada keuntungan sudah bisa berjalan sendiri dari pelanggan 24.000 sudah mampu, sudah mampu membiayai dirinya dan dana caswaynya cukup besar perbankan ini sudah luar biasa sehingga kemandirian itu sudah waktunya,jangan lagi lama netek ke pemerintah tinggal bagaimana PDAM ini bisa membagi deviden cuma untuk deviden ini biasanya arahan dari PPK dan BPK kembali lagi ke film supaya menjadi biaya tambahan bagi PDAM.” Jelas Firdaus.
Andi Firdaus menambahkan untuk saat ini dari 24 Perusahaan Air minum yang di kelola di bawah pemerintah daerah PAM Tirta Karajae satu satunya di luar Makassar yang mampu mandiri dalam pendanaan selain PDAM kota Makassar




















