PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Arifuddin Idris mengatakan jika menemukan ada anak putus sekolah usia wajib belajar 9 tahun, segera laporkan. Kata dia, pihaknya siap memfasilitasi.
Hal itu diungkapkan Arifuddin dihadapan demonstran Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (HIPMI) Parepare, saat melakukan aksi di depan Kantor Wali Kota Parepare, Senin (31/01/22).
Arifuddin juga mengatakan, Disdikbud Parepare sejak tahun 2017 sudah menyediakan anggaran bagi anak putus sekolah. Mulai dari perlengkapan hingga pakaian seragam.
“Beberapa kali kami rapat jauh sebelumnya untuk meminta kepada sekolah untuk mencari anak yang bisa diserap. Mereka juga suka kalau anak bersekolah karena ada biaya operasionalnya tersendiri itu tidak masalah. Tolong saya tidak dalam kontes membantah bahwa fakta ada anak-anak tidak bersekolah mari kita temui mau bersekolah di mana Kami siap fasilitasi formal SD SMP atau paket selama dia mau. Kemudian kita Giring kita pantau dan evaluasi karena bukan persoalan biaya pendidikan saya mencermati bahwa mereka menjadi tumpuan, mereka terorganisir orang dari luar tapi kalau memang mau sekolah di parepare kami siap membantu dan memfasilitasi.” Kata Arifuddin.
Bahkan, kata Arifuddin, jika kondisi anak putus sekolah itu sulit mengikuti kembali pendidikan formal di sekolah. Maka dinas pendidikan Parepare juga sudah menyediakan solusi.Bisa pilih paket. Mereka siapkan paket A, B dan C. Semunya gratis.




















