PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Vaksin merupakan program pemerintah berdasarkan peraturan presiden nomor 14 tahun 2021 tentang pelaksanaan vaksin. Hsl tersebiut di ungkapkan ketua majelis pendidikan dasar dan menengah pimpinan daerah kota Parepare Dr. Parman Parid saat di hubungi tin liputan jelajah kota kamis (27/01/22/) terkait pelaksanaan vakdin anak SD dalam lingkup sekolah dasar di bawah asuhan PD Muhammadiyah Parepare.
“Kami dari majelis pendidikan dasar dan menengah pimpinan daerah kota Parepare kami juga mengikuti surat edaran dari ketua majelis pimpinan pusat majelis pimpinan dasar menengah Muhammadiyah kami juga ikut dengan surat edaran yang disampaikan oleh kepala dinas pendidikan kota Parepare tentang pelaksanaan vaksin di sekolah-sekolah dasar dengan sasaran anak usia 6 sampai 11 tahun. ” Kata Dr. Parman.
Lanjut Dewan Pembina LSM Lapekom ini, apa yang mereka lakukan yang pertama yaitu meminta persetujuan kepada orang tua apakah anaknya setuju atau tidak dan hasil yang didapatkan dari pertanyaan itu yang di lakukan melalui survey angket sekitar 67,8% orang tua setuju anaknya divaksin ada sekitar 16,2% itu anaknya belum siap divaksin karena berbagai alasan ada juga yang sudah divaksin.
“hasil dari survey kami lakukan sehingga pada hari ini perguruan Muhammadiyah atau sekolah-sekolah yang berada di bawah majelis pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah pimpinan daerah kota Parepare itu sudah melakukan vaksin mudah-mudahan dengan setelah anak ini divaksin nanti orang tua yang belum yakin tentang vaksin ni atau mungkin ada hal-hal yang menyebabkan dia belum siap divaksin kemudian dia ikut vaksin karena sudah hampir mayoritas semua anak-anak disekolah sudah divaksin untuk itu berlaku untuk semua sekolah Muhammadiyah ada 5 SD 1 SMP.” Terang Dr. Parman.
Tambah Dr. Parman, Dirinya sangat berterima kasih kepada dinas kesehatan dalam hal ini rumah sakit Sumantri TNI, dinas pendidikan, bersama-sama mendorong ini manfaat yang dapatkan setelah vaksin.
“Menurut saya bahwa pembelajaran offline kalau vaksin ini sudah dilaksanakan secara massif dan itu semua sudah lakukan untuk anak-anak pembelajaran offline dan pembelajaran seperti biasa itu dapat dilakukan berdasarkan survei yang dilakukan di sekolah kami disekolah Muhammadiyah setiap tahun melakukan survey kepada orang tua termasuk ada item untuk memberikan masukan dalam survei itu Dan hasilnya hampir semua menginginkan sudah dilaksanakan pembelajaran tatap muka,” Jelas Dr. Parman.
Dirinya berharap mudah-mudahan ini bisa memberikan semangat kepada semua termasuk didalamnya tetap percaya dengan apa yang disampaikan oleh Dr tentang bagaimana sebenarnya vaksin itu terhadap anak anak




















