PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pimpinan Cabang (Pincab) Bulog menegaskan pentingnya memperkuat mitigasi risiko guna mencegah terjadinya penyelewengan dalam penyaluran komoditas pangan bersubsidi di wilayah kerja Parepare. Hal tersebut diungkapkan oleh Pincab Bulog, Rahmi Mengerang, di hadapan para mitra Rumah Pangan Kita (RPK) dalam kegiatan sosialisasi dan evaluasi penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang berlangsung di Lagota Cafe, Selasa (03/11/26).
Rahmi Mengerang menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi untuk menyamakan persepsi antar-mitra RPK guna menjaga kedaulatan dan ketersediaan pangan negara, khususnya beras medium SPHP yang merupakan program subsidi dari pemerintah.
“Program RPK hadir untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar menjadi entrepreneur di bidang ritel komoditas pangan serta ikut berperan menjaga ketersediaan dan kestabilan harga beras di masyarakat,” ujar Rahmi.
Selain beras SPHP, dalam pertemuan tersebut turut dibahas mengenai distribusi produk MinyakKita. Rahmi meluruskan persepsi bahwa MinyakKita bukanlah barang subsidi, melainkan produk Domestic Market Obligation (DMO) dari produsen untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dengan harga yang diatur oleh pemerintah.
Pihaknya juga mewajibkan seluruh mitra RPK untuk hadir dalam kegiatan sosialisasi ini guna memahami petunjuk teknis penyaluran secara mendalam. Kehadiran para mitra dinilai krusial sebagai langkah antisipatif dan mitigasi agar isu-isu penyelewengan atau penyalahgunaan distribusi yang sempat terjadi di daerah lain tidak sampai menular di wilayah Parepare.




















