PAREPARE, RADIOMESRA..COM — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Parepare merilis hasil pemantauan perkembangan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Lakessi untuk periode 26 Oktober hingga 2 November 2026. Secara umum, kondisi harga terpantau relatif stabil pada sebagian besar komoditas pangan.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdag Kota Parepare, Muh. Sabar. HN, ST, mengungkapkan bahwa pergerakan harga selama periode tersebut menunjukkan tren yang positif bagi masyarakat, khususnya pada kelompok komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat yang mengalami penurunan harga cukup tajam.
“Secara umum perkembangan harga bapok di Pasar Lakessi masih relatif terkendali. Perubahan harga paling menonjol terjadi pada kelompok cabai yang secara bertahap mengalami penurunan selama periode pemantauan,” ujar Muh. Sabar saat dikonfirmasi, Senin (2/11/26).
Berdasarkan data pemantauan Disdag Parepare, penurunan harga paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah yang merosot hingga 33,33 persen dari Rp90.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Penurunan juga diikuti oleh cabai merah besar yang turun 23,08 persen (dari Rp65.000 menjadi Rp50.000/kg), tomat turun 19,61 persen (dari Rp15.300 menjadi Rp12.300/kg), serta cabai merah keriting yang turun 12,50 persen (dari Rp80.000 menjadi Rp70.000/kg).
Selain kelompok cabai, penurunan harga juga terjadi pada komoditas ikan tuna (turun 11,99%), ikan cakalang (turun 10,73%), daging ayam broiler (turun 0,77%), serta ketimun yang tercatat turun drastis hingga 75 persen dari Rp20.000 menjadi Rp5.000 per kilogram.
Kendati demikian, Sabar menyebutkan ada komoditas tertentu yang mengalami kenaikan, yakni bawang merah yang naik 4,44 persen dari Rp38.300 menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas seperti beras berbagai jenis, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam, dan daging sapi terpantau stabil tanpa perubahan harga.
Terkait penurunan harga ketimun yang sangat tajam, pihak Disdag memberikan catatan khusus untuk melakukan verifikasi langsung ke lapangan guna memastikan kesesuaian data dan kondisi transaksi di tingkat pedagang Pasar Lakessi. Sebagai tindak lanjut, Disdag Parepare merekomendasikan peningkatan pemantauan harga secara berkala, penguatan koordinasi dengan distributor, serta menjaga kelancaran pasokan guna mengantisipasi potensi gejolak harga ke depan.




















