32.2 C
Pare-Pare
Senin, Oktober 26, 2026
spot_img

Jejak Spiritual dan Khazanah Peradaban Mandar, PCNU Parepare Touring Ziarah di Sulbar

POLMAN, RADIOMESRA. COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Parepare melaksanakan kegiatan touring religi dan silaturahmi ke sejumlah pesantren, masjid bersejarah, serta makam para ulama dan tokoh penyebar Islam di wilayah Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Ahad (25/10/26).

Kegiatan ini dimulai Hari Sabtu hingga Ahad. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Kota Parepare, Sabuddin, didampingi para kiai, pimpinan pondok pesantren, kepala madrasah, dosen, dan anggota PC GP Ansor Parepare. Perjalanan diawali dengan ziarah ke makam Wali Pitu Petta Lasinrang di Kabupaten Pinrang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sulawesi Barat.

Dalam perjalanan tersebut, rombongan berkunjung ke Pondok Pesantren Al Risalah Batetangnga yang dipimpin oleh K.H. Dr. Ali Rusdi Bedong. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pimpinan pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, K.H. Ali Rusdi Bedong menjelaskan perkembangan pesantren yang berdiri sejak tahun 2015 itu.

“Saat ini, Pesantren Al Risalah telah memiliki sekitar 1.000 santri dan telah melahirkan lulusan yang memiliki kualitas keilmuan agama yang baik serta berakhlak mulia,” singkat KH. Ali Rusdi Bedong.

Selanjutnya, rombongan melakukan ziarah ke makam almarhum Prof. Dr. K.H. Sahabuddin di Majene. Setelah beristirahat dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Syekh Abdul Mannan serta kompleks makam para Raja Mandar di Cilallang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.

Rombongan kemudian mengunjungi makam Tosalama Annangguru Malolo di Desa Lambanan, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Di lokasi tersebut, peserta touring juga melihat salah satu masjid tertua di wilayah Mandar yang menjadi saksi sejarah perkembangan Islam di daerah tersebut.

Perjalanan dilanjutkan dengan ziarah ke makam K.H. Muhammad Saleh. Setelah itu, rombongan bersilaturahmi ke kediaman budayawan Mandar, Muhammad Ridwan Alimuddin, yang dikenal sebagai penulis dan pemerhati sejarah serta budaya Mandar.

Dalam dialog yang berlangsung hangat,M. Shodiq Asli Umar menanyakan proses penulisan karya-karya yang dihasilkan Ridwan Alimuddin. Menurutnya, sebuah buku berkualitas memerlukan proses panjang, sumber yang akurat, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta dukungan saksi sejarah yang terlibat langsung dalam berbagai peristiwa penting, termasuk proses lahirnya Provinsi Sulawesi Barat. Muhammad Ridwan Alimuddin juga dikenal aktif menulis berbagai buku yang mengulas sejarah, budaya, dan perkembangan Islam di Sulawesi Barat.

Menjelang malam, rombongan berkunjung ke Masjid Imam Lapeo dan melaksanakan salat Magrib berjamaah. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk berbincang dengan cucu ulama kharismatik K.H. Muhammad Thahir (Imam Lapeo).

Dalam dialog tersebut disampaikan pesan-pesan yang diwariskan Imam Lapeo, di antaranya pentingnya beramal dengan ikhlas karena Allah SWT, mengurus agama dengan sungguh-sungguh, dan gemar berbagi kepada sesama.

“Berbuatlah dengan ikhlas karena Allah. Siapa yang ikhlas mengurus agama-Ku, maka Aku yang akan mengurus hidupnya. Dan siapa yang gemar memberi kepada orang lain, maka Aku akan memberinya lebih banyak,” demikian salah satu pesan yang disampaikan berdasarkan amalan yang diajarkan Imam Lapeo.

Setelah kegiatan tersebut, rombongan beristirahat di kediaman Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I, Ahad pagi, (25/10) rombongan melanjutkan kunjungan ke Masjid Raya Campalagian, yang dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Sulawesi Barat. Selanjutnya, peserta touring mengunjungi Pondok Pesantren Khalwatiyah Manahilul Irfan yang dipimpin oleh Prof. Dr. K.H. Ridwan Tahir, Lc., M.A.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Wakaf Darul Qurro Campalagian. Masjid tersebut berada di bawah naungan yayasan yang diketuai oleh Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I., yang juga merupakan dosen IAIN Parepare.

Dalam keterangannya, Dr. Abdillah menjelaskan bahwa lokasi masjid tersebut awalnya direncanakan menjadi rumah tinggal ibundanya. Namun, sang ibu berwasiat agar tanah tersebut diwakafkan untuk pembangunan masjid dan kegiatan keagamaan.

Pada kegiatan Maulid tersebut, hikmah maulid disampaikan oleh Prof. Dr. H. Idham Khalik, M.Pd. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya memahami sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Mandar.

“Pemahaman sejarah Islam di Mandar sangat penting agar masyarakat semakin kuat dalam menjaga akidah, tidak mudah terpengaruh oleh paham yang menyimpang, serta mampu mempertahankan budaya lokal yang berjalan selaras dengan syariat Islam,” ujarnya.

Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, rombongan PCNU Kota Parepare kembali ke Parepare dalam keadaan selamat.

“Alhamdulillah, perjalanan berlangsung lancar dan penuh keberkahan. Selain mempererat silaturahmi dengan para ulama dan tokoh masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana menambah wawasan tentang sejarah Islam dan peradaban Mandar di Sulawesi Barat,” pungkas Sabuddin, Ketua PCNU Parepare

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare