PAREPARE, RADIOMESRA. COM β Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, menyoroti tantangan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Parepare yang kerap mengalami defisit akibat tingginya beban belanja ketimbang pendapatan.
Dalam program Obras, Rabu (16/09/26), Kamaluddin menjelaskan bahwa kondisi fiskal Kota Parepare berbeda dengan sejumlah daerah di Kalimantan atau Bali yang umumnya mencatatkan surplus APBD.
“Daerah seperti Kutai Kartanegara atau Badung rata-rata APBD-nya surplus karena pendapatannya jauh lebih besar dari belanja. Berbeda dengan Parepare dan sebagian besar daerah di Sulawesi Selatan, postur belanja kita cenderung lebih tinggi,” ungkap Kamaluddin.
Ia menegaskan, kendati Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara memperbolehkan batasan defisit anggaran di angka normal sekitar 3 persen, ketergantungan APBD pada dana transfer pusat dan provinsi masih sangat tinggi.
Menurutnya, angka-angka dalam APBD pada dasarnya merupakan asumsi atau perkiraan. Dari total anggaran daerah yang berkisar di angka Rp600 miliar, sebagian besar bersumber dari transfer pemerintah pusat maupun provinsi yang penyalurannya sering tidak menentu.
Ia mencontohkan alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kemarin disampaikan alokasi sekitar Rp10 miliar, namun realisasi yang turun ke daerah hanya Rp500 juta. Padahal, pemerintah daerah sudah menyusun rencana kegiatan untuk anggaran senilai Rp9,5 miliar sisanya. Kesenjangan asumsi inilah yang memicu kendala fiskal,” jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, DPRD mendorong Pemerintah Kota Parepare untuk tidak sekadar bergantung pada transfer pusat dan melakukan efisiensi anggaran. Pemkot diminta lebih agresif menggali potensi pendapatan daerah sendiri.
“Pemerintah daerah harus bergeliat memulihkan ekonomi lokal. Manfaatkan BUMD dan optimalkan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Jika tidak ada terobosan dan hanya mengandalkan transfer pusat, ruang gerak pembangunan daerah akan sangat terbatas,” pungkasnya.




















