PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pemadaman arus listrik yang terjadi di wilayah Kota Parepare memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran distribusi air bersih ke pelanggan. Seluruh sistem pengolahan air, mulai dari sumur dalam hingga air permukaan, sangat bergantung pada pasokan energi listrik untuk mengoperasikan mesin pompa.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Karajae Kota Parepare, Dr. Abdul Azis, S.E., M.Ak., saat menjadi narasumber dalam kegiatan “Ngopi Berjamaah” pada Jumat (04/09/26).
Abdul Azis menjelaskan bahwa operasional instalasi pengolahan dan distribusi air minum sepenuhnya mengandalkan motor pompa bertenaga listrik. Ketika terjadi pemadaman listrik, seluruh sistem pemompaan terhenti seketika.
“Jika ditanya apakah pasokan listrik berpengaruh, jawabannya sangat berpengaruh, Pak. Dari seluruh pengelolaan kami, mulai dari sumur dalam hingga pengolahan air permukaan, semuanya menggunakan mesin motor dan pompa berenergi listrik,” ujar Abdul Azis di hadapan peserta diskusi.
Ia membeberkan, kondisi geografis Kota Parepare yang didominasi kawasan perbukitan dan berlembah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendistribusian air. Pemadaman listrik secara tiba-tiba atau fluktuatif langsung merusak tekanan air dalam jaringan pipa.
“Geografis Parepare ini kan berlembah-lembah. Ada daerah-daerah tertentu yang membutuhkan tekanan tinggi untuk menjangkau pemukiman. Ketika air dalam proses dipompa dan belum sampai ke tujuan lalu listrik mati, pompa terhenti dan airnya akan berbalik (kembali) lagi,” terangnya.
Dampak dari mati-hidupnya aliran listrik ini paling dirasakan oleh pelanggan yang bermukim di daerah dataran tinggi. Ketidakstabilan arus daya membuat dorongan air terhenti sebelum mencapai pipa-pipa sambungan rumah di wilayah perbukitan.
“Kondisi pemadaman listrik yang padam lalu menyala kembali ini sangat berdampak buruk. Hal inilah yang menjadi kendala utama dan memicu banyak keluhan dari masyarakat, khususnya warga yang bertempat tinggal di kawasan dataran tinggi,” tambah Abdul Azis.
Manajemen PAM Tirta Karajae pun berharap kestabilan daya listrik dapat terus terjaga agar operasional mesin pompa bisa berjalan optimal, sehingga pasokan air bersih ke rumah-rumah warga dapat tersalurkan secara konsisten tanpa hambatan.




















