PAREPARE, RADIOMESRA. COM— Kondisi moralitas dan maraknya kasus korupsi yang melilit Indonesia memicu keprihatinan mendalam dari tokoh masyarakat di Kota Parepare. Diamnya para ulama, cendekiawan, akademisi, hingga kalangan mahasiswa dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memperparah carut-marut keadaan bangsa saat ini.
Hal tersebut ditegaskan oleh Koordinator Komunitas Masyarakat Peduli Bangsa (KMBP) Parepare, H. Muhlis Abdullah, bersama Ketua Forum Peduli Umat (FPU) Parepare, H. Andi Abd. Rahman Saleh, pada Minggu (23/08/26).
Muhlis Abdullah mengungkapkan bahwa keterpurukan moral dan rusaknya tata kelola negara merupakan akumulasi dari sikap apatis orang-orang pintar serta tokoh agama yang enggan bersuara.
“Apa yang terjadi selama ini adalah akumulasi dari diamnya orang-orang cendekia dan yang paham agama. Pesantren melahirkan banyak santri, tetapi seolah tidak mau melihat dan mendengar kerusakan di sekitar. Begitu banyak korupsi yang melibatkan figur berpendidikan tinggi, seperti kasus penangkapan oknum profesor di perguruan tinggi,” ujar Muhlis.
Ia berharap para akademisi, kiai, dan organisasi keagamaan seperti MUI serta Nahdlatul Ulama dapat bersatu padu untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai kian membebani rakyat, salah satunya melalui kenaikan pajak.
Senada dengan hal tersebut, Ketua FPU Parepare, H. Andi Abd. Rahman Saleh, menyoroti hilangnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan (*agent of change*). Di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81 ini, ia menilai bangsa justru terjajah oleh penguasanya sendiri akibat kemerosotan moralitas dan fenomena korupsi bernilai triliunan rupiah.
“Kami sangat prihatin, khususnya pada kalangan akademisi dan mahasiswa yang kehilangan visi serta tanggung jawab moral. Khusus di Parepare, tidak terlihat adanya gerakan dari mahasiswa. Padahal nasib bangsa ke depan ditentukan oleh mereka,” tegas Andi Abd. Rahman Saleh.
Meski menyayangkan sikap acuh tak acuh generasi muda yang justru kontras dengan keberanian para purnawirawan TNI dan tokoh senior sipil, KMBP dan FPU tetap menaruh harapan agar mahasiswa serta elemen cerdik pandai segera melakukan kontemplasi demi memulihkan masa depan bangsa.




















