PAREPARE, RADIOMESRA. COM – KPU Kota Parepare melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Segmen Perempuan dengan mengusung tema “Peran Perempuan dalam Inklusivitas Pemilu dan Demokrasi”, Kamis (30/07/26), di Aula Kantor KPU Kota Parepare.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua KPU Kota Parepare, Muh. Awal Yanto. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya bertujuan memberikan edukasi kepemiluan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperoleh masukan dari para peserta guna meningkatkan partisipasi aktif perempuan dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat demokrasi. Karena itu, KPU berharap lahir kolaborasi yang lebih erat dengan organisasi-organisasi perempuan untuk bersama-sama meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari para Anggota KPU Kota Parepare, yakni Ahmad Perdana Putra, Ilham H. Muhtar, Kalmasyari, dan Nur Islah.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa perempuan diharapkan menjadi corong informasi kepemiluan sekaligus mitra strategis KPU melalui organisasi yang diikuti, sehingga informasi yang benar mengenai pemilu dan demokrasi dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Selain itu, perempuan juga didorong menjadi pemilih yang cerdas, berperan sebagai agen pendidikan pemilih di lingkungan keluarga, serta aktif mengawal pemenuhan hak pilih masyarakat.
Para narasumber juga menegaskan bahwa suara perempuan memiliki arti penting dalam demokrasi dan berkontribusi dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk menjadi penyelenggara pemilu di setiap tingkatan. Untuk itu, diperlukan dukungan dari berbagai organisasi perempuan agar dapat mendorong anggotanya berpartisipasi sebagai penyelenggara, sehingga keterwakilan perempuan dapat terus meningkat.
KPU Kota Parepare juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Upaya meningkatkan kualitas demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk organisasi perempuan sebagai mitra strategis dalam pendidikan pemilih.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan berbagai gagasan terkait penguatan peran perempuan dalam mewujudkan pemilu yang inklusif, partisipatif, dan demokratis.




















