PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Arus lalu lintas di kawasan Soreang, Kota Parepare, khususnya di sepanjang Jalan H. A. Muh. Arsyad (Jalan Poros Pinrang), mengalami kepadatan luar biasa pasca-libur Tahun Ajaran Baru. Kemacetan panjang kerap terjadi sejak siang, sore, hingga malam hari akibat melonjaknya volume kendaraan dari luar daerah yang melintasi kawasan tersebut.
Warga Soreang (Lauleng), Umar, mengungkapkan bahwa kemacetan di jalan poros tersebut bukan lagi dipicu oleh persoalan antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), melainkan karena ketidakseimbangan antara kapasitas jalan yang ada dengan pesatnya pertumbuhan volume kendaraan.
“Arus jalanan dari luar daerah setiap sore mulai siang sampai malam sering macet. Ini bukan masalah antrean SPBU, tapi memang kendaraan sangat padat dan kapasitas jalan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan volume kendaraan yang lewat,” ujar Umar saat berbicara dalam program Obrolan Santai (Obras) di Radio Mesra, Sabtu (18/08/26).
Menurut Umar, kendaraan dari arah Kabupaten Enrekang dan Tana Toraja yang hendak menuju ke wilayah selatan seperti Kabupaten Barru, Maros, hingga Kota Makassar, semuanya menumpuk melewati Kabupaten Pinrang lalu masuk ke Kota Parepare melalui jalur Soreang. Kondisi ini yang secara signifikan menambah beban jalan di poros tersebut.
Masyarakat setempat sebenarnya telah berulang kali menyuarakan harapan agar pemerintah segera merampungkan jalur alternatif guna mengurai bottleneck ini. Salah satu yang menjadi tumpuan adalah penyelesaian pengerjaan Jalan Petta unga yang berada di dekat kawasan reklamasi Cempae.
“Bagi pengendara yang sudah paham jalur masuk kota, mereka biasanya memilih memutar lewat jalur pinggir laut atau reklamasi Cempae. Tapi yang tidak paham ya terpaksa ikut terjebak macet di jalur utama. Harapan kami, di anggaran 2026 jalan alternatif Petta unga ini bisa segera dikerjakan,” tambah Umar.
Selain itu, warga juga berharap adanya sinergi dengan pihak swasta, seperti tokoh masyarakat H. Ibrahim Mukti (Aji Aco), agar bersedia membuka akses jalan melalui kawasan mini soccernya yang tembus ke jalan poros. Jalur tersebut dinilai sangat efektif untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat guna menghindari titik utama kemacetan.
Keluhan dan aspirasi warga Soreang ini langsung mendapatkan respons positif dari Pemerintah Kota Parepare. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan bahwa penanganan jalur alternatif tersebut kini telah masuk ke dalam program prioritas nasional.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Parepare, Andi Talhayanti, menyampaikan bahwa Jalan Petta Unga telah resmi diusulkan untuk mendapatkan intervensi anggaran dari pusat.
“Alhamdulillah, Jalan Petta Unga telah diusulkan dalam program penanganan jalan daerah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025, yaitu Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2026,” jelas Andi Talhayanti saat memberikan konfirmasi.
Dengan masuknya proyek rekonstruksi Jalan Petalinga ke dalam skema Inpres Jalan Daerah TA 2026, realisasi jalur pengurai kemacetan ini dipastikan segera berjalan, sehingga beban arus kendaraan di Jalan HAM Arsyad Soreang dapat segera teratasi. *(Red)*




















