PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Parepare mengimbau masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan lama yang berbahaya saat menangani kebocoran tabung gas elpiji. Kebiasaan membungkus regulator dengan kantong kresek atau menindisnya menggunakan batu cobek sangat tidak direkomendasikan karena berisiko memicu ledakan.
Edukasi keselamatan ini disampaikan oleh Analis Kebakaran Ahli Muda Damkar Parepare, Safruddin, S.H., M.H., dalam kegiatan dialog interaktif “Ngopi Berjamaah” yang disiarkan langsung melalui Radio Mesra, Jumat (26/06/2026).
Safruddin memberikan solusi sederhana namun aman bagi warga jika menghadapi kebocoran pada karet regulator gas.
“Kami sangat tidak merekomendasikan penggunaan batu cobek atau kantong kresek. Tips dari kami, biasakan meminta karet cadangan saat menukar tabung gas di pangkalan, atau cungkil karet dari tabung yang lama untuk persediaan di rumah. Jika regulator sudah dicabut tapi gas masih mendesis keluar, segera bawa tabung ke ruang terbuka,” jelas Safruddin.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar tabung gas yang bocor tersebut dibalikkan kepalanya ke dalam tumpukan pasir atau dimasukkan ke dalam selokan yang berair agar gasnya cepat terurai dan tidak berkumpul di dalam ruangan.
Selain masalah tabung gas, Safruddin juga menyoroti kelalaian fatal masyarakat modern terkait penggunaan listrik, salah satunya kebiasaan membiarkan pengisi daya ponsel (charger) tetap menempel di stopkontak tanpa beban.
“Jangan lagi meninggalkan rumah dengan *charger* HP masih menempel di colokan. Terlebih lagi, jangan mengisi daya baterai HP di atas tempat tidur atau di bawah bantal. Handphone yang dicas itu mengeluarkan suhu panas, dan itu bisa menjadi pemicu kebakaran,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan warga untuk memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing dan menghindari penggunaan steker atau colokan yang bertumpuk-tumpuk secara berlebihan (semrawut) karena rentan memicu hubungan arus pendek atau korsleting.
Dalam dialog tersebut, Damkar Parepare mengenalkan dua metode pemadaman untuk api skala kecil. Pertama, metode tradisional menggunakan kain, handuk, sprei, gorden, atau karung goni yang dibasahi. Kedua, metode modern dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Masyarakat Parepare kini bisa mengakses APAR dengan mudah karena pemerintah kota telah menyebarkan fasilitas tersebut di 4 kecamatan dan 22 kelurahan.
“Pemerintah sudah menyebar APAR di seluruh kelurahan dan kecamatan. Jika terjadi kebakaran kecil di dekat rumah, warga bisa langsung mengambilnya di kantor kelurahan terdekat. APAR jenis powder (serbuk) sangat efektif memadamkan kebakaran akibat gas, listrik, maupun minyak. Namun ingat, APAR hanya untuk api kecil. Jika api sudah membesar, segera hubungi petugas Damkar agar ditangani dengan armada mobil pemadam,” pungkas Safruddin. *(Red)*




















