PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9-15 November mendatang di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo, Pemerintah Kota Parepare dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran. Hingga saat ini, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare mengakui belum mengantongi anggaran khusus untuk ajang multi-event tersebut.
Kepala Disporapar Kota Parepare, HM Iskandar Nusu, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berjalan tahun ini. Kendati demikian, pihak eksekutif tetap optimis dan menaruh harapan besar pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan mendatang.
“Memang untuk di dinas kami belum ada anggaran untuk Porprov karena tahun ini ada efisiensi. Tapi kita menunggu arahan pimpinan. Mudah-mudahan bisa dianggarkan di APBD Perubahan oleh DPRD bersama arahan dari Bapak Walikota,” ujar Iskandar Nusu, Rabu (24/06/26)
Meski dibayangi kendala anggaran, Iskandar memberikan apresiasi tinggi kepada para atlet Parepare. Pada ajang Porprov kali ini, Kota Parepare menorehkan prestasi membanggakan dengan meloloskan atlet dari 36 cabang olahraga (cabor sebuah peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pihak Disporapar juga menegaskan bahwa koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parepare terus berjalan intensif.
Pembahasan teknis pemberangkatan dan persiapan atlet sudah dilakukan sejak awal tahun. (TC) di masing-masing cabor tetap berjalan guna menjaga performa atlet.
Pihak dinas menyatakan siap mengeksekusi seluruh tahapan persiapan dan pemberangkatan begitu anggaran dicairkan melalui APBD Perubahan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin, menyatakan pihak legislatif akan mengawal proses ini pada pembahasan APBD Perubahan. Namun, besaran anggaran yang akan dikucurkan nantinya akan disesuaikan dengan skala prioritas dan rasionalisasi kebutuhan riil di lapangan.
“Iya, tergantung nanti besar anggarannya dan kita akan rasionalkan mana kira-kira yang menjadi prioritas. Mulai dari kebutuhan selama persiapan, pemberangkatan, hingga pelaksanaan Porprov di Bone dan Wajo nantinya. Jadi memang masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi,” pungkas Kamaluddin.
Tantangan efisiensi anggaran ini disinyalir tidak hanya dialami oleh Parepare, melainkan hampir seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Pihak Pemkot dan DPRD Parepare mengaku tetap optimis atlet Parepare bisa berlaga maksimal pada November mendatang. *(Red)*




















