PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Parepare resmi melayangkan laporan ke pihak kepolisian terkait dugaan provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu di media sosial Senin (20/04/26). Laporan ini didasari oleh beredarnya potongan video mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), yang dinilai telah dipelintir untuk memicu perpecahan.
Ketua MD KAHMI Parepare M. Rahmat Sjamsul Alam SH menyatakan bahwa oknum tersebut sengaja memotong video penjelasan JK mengenai penanganan konflik dan perdamaian di Maluku. Tindakan ini dianggap berbahaya karena dapat menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.
“Kami meminta kepada Kepolisian Parepare untuk bisa menindak pihak-pihak yang selalu membuat keonaran, perpecahan, dan perdebatan yang bisa memecah belah kesatuan NKRI,” tegas Ketua MD KAHMI Parepare dalam keterangannya.
Dugaan Motif Politik
Pihak KAHMI mensinyalir adanya agenda terselubung di balik penyebaran video pendek tersebut. Menurut mereka, aksi ini tidak sekadar iseng, melainkan memiliki motif yang lebih dalam, mulai dari pengalihan isu hingga upaya pembunuhan karakter terhadap Jusuf Kalla.
Lebih lanjut, Ketua MD KAHMI menyebut ada indikasi bahwa serangan digital ini bertujuan untuk menekan posisi politik JK agar tidak terlalu aktif dalam dinamika politik nasional saat ini.
“Motifnya bisa mengalihkan isu, bisa juga untuk menjatuhkan atau menekan Pak Jusuf Kalla agar tidak bermain di kancah politik,” tambahnya.
Saat ini, MD KAHMI berharap Polres Parepare dapat meneruskan laporan ini ke tingkat Kapolri agar para pelaku provokasi digital tersebut dapat segera ditindak secara hukum demi menjaga stabilitas dan kesatuan NKR




















