PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Manajemen Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie di Kota Parepare, memastikan pelayanan hemodialisa tetap berjalan bagi warga kurang mampu. Keputusan itu muncul seusai kabar terhentinya layanan cuci darah bagi peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di beberapa wilayah Indonesia.
Kebijakan di beberapa daerah lain yang tidak menentu sempat menimbulkan kecemasan bagi pasien gagal ginjal. Pasalnya, terapi cuci darah merupakan prosedur vital yang harus dilakukan secara rutin demi kelangsungan hidup pasien.
Pada sisi lain, RS dr Hasri Ainun Habibie memutuskan mengambil langkah proaktif dengan memberikan relaksasi prosedur administrasi. Meski beberapa pasien sempat nonaktif dalam kepesertaan BPJS, pihak rumah sakit tidak menghentikan layanan, melainkan membantu pasien mengurus pengaktifan kembali.
Wakil Direktur Pelayanan RS dr Hasri Ainun Habibie, Linda Iriani, menjelaskan bahwa pihak rumah sakit langsung melakukan audit kepesertaan begitu mengetahui adanya kendala layanan PBI di beberapa daerah.
“Langsung mengecek semua pasien yang ada di..dan memang ada 1 yang di non aktifkan tapi setelah dihubungi yang bersangkutan, kemudian memberikan waktu kepada peserta untuk segera mengurus kedaerahnya dan Alhamdulillah langsung aktif dan sore bisa dilakukan pelayanan untuk yang di non aktifkan dan untuk saat ini Ainun tidak ada kendala dan rata2 mereka bisa langsung aktif setelah lapor di BPJS atau kembali ke daerah masing2 setelah ada konfirmasi bisa dilayani kembali di Ainun” kata Linda.
Saat ini, rumah sakit melayani sekitar 40 pasien cuci darah setiap bulannya yang telah terdaftar dalam jadwal rutin. Linda memastikan kendala administrasi BPJS tidak menghambat hak pasien.
Salah satu keluarga pasien, Rusdianto mengatakan petugas administrasi di Ainun menginformasi kalau BPJS-nya tidak aktif. Tapi dirinya diberi kesempatan untuk mengurus pagi itu juga ke Dinas Sosial. Dan, setelah Dinsos hubungi BPJS, siangnya langsung aktif dan bisa dilayani.




















