JAKARTA, RADIOMESRA. COMĀ – BPJS Kesehatan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kemudahan akses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah pedalaman dan perbatasan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menyampaikan, Pencapaian BPJS kesehatan sudah sangat luar biasa dan itu karena kolaborasi kerjasama direksi, dan juga perawat dan juga seluruh stakeholder pemangku kepentingan baik masyarakat itu sendiri juga kementerian lembaga pemerintah kota pemerintah daerah swasta dan rumah sakit serta para dokter yang luar biasa.
“Karena berupaya adalah syari’at Bangsa yang bernilai dan bertumpu pada nilai gotong royong yang luar biasa. Coba cari gotong royong yang diratakan ratusan juta penduduk. JKN dan yang dikelola bpjs. Bagaimana proses bisnis kita bisa mengelola program JKN ini setara dan tata kelolanya yang baik. ini kalau kita lihat pesertanya disubsidi jumlahnya 96,8 juta anggarannya dari pemerintah pusat tentu PTPU dari Pemda, ada yang memiliki gaji 1% dan 4% dari pemberi kerja, tentu ada yang penghasilannya tidak menentu itu. Kita memberikan 2000 dan 7000 disubsidi pemerintah daerah kemudian kelas 2,6 dolar sekitar atau 100.000.” Kata Gufron.
Hingga akhir tahun 2024, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 278,1 juta peserta atau 98,45%. Ini didukung dengan sebanyak 35 provinsi dan 473 kabupaten/kota yang telah mencapai predikat Universal Health Coverage (UHC). Dengan capaian yang hingga saat ini terus meningkat, BPJS Kesehatan ingin memastikan setiap peserta dapat memperoleh layanan kesehatan yang memadai.
Sepanjang tahun 2024, layanan Program JKN semakin dekat dengan masyarakat melalui berbagai kanal layanan digital, on site, serta kerja sama dengan fasilitas kesehatan di daerah-daerah terpencil.




















