PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare memberikan harapan baru bagi 48 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program pelatihan kemandirian bersertifikat nasional. Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas IIA Parepare dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkajene dan Kepulauan.
Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Totok Budiyanto, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap masa depan para warga binaan.
“Pada hari ini ada kegiatan pelatihan tentang barista, bekerja sama dengan balai pelatihan vokasi dan produktifitas Pangkajene kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan. Kita sudah bisa lihat saat ini para instruktur mengajarkan pada peserta pelatihan, kita harus betul betul peduli kepada mereka, bahwa di dalam penjara mereka dibekali keterampilan, dan juga kita angkat derajat mereka kita jadikan manusia seutuhnya, yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa, utamanya untuk keluarga. Karena mereka ini nanti setelah lepas memiliki skill, kemampuan, dan memiliki skill dan kemampuan dan memiliki sertifikat nasional.” Kata Totok
Lanjut Totok, Mereka buka usaha di luar, dirinya berharap dari pemerintah daerah kota Parepare peduli kepada mereka setelah bebas. Bagaimana mereka memiliki sertifikat mereka butuh peralatan untuk membuat usaha sendiri.
“Untuk pelatihan ada 3, pertama kegiatan barista. Kita lagi bikin Lapasta, lapas barista. Ada juga kegiatan menjahit, membuat baju, yang sudah kita laksanakan. Berikutnya juga menyusul kegiatan servis AC. Setiap pelatihan peserta 16 ada yang belum dapat dari yang ikut pelatihan. kita mereka sangat antusias dan bersungguh sungguh agar mereka bisa terlatih berkreasi di luar, bisa juga mereka nantinya berusaha diluar untuk bagaimana penikmat kopi merasakan bikinan dari anak-anak kita yang ada di lapas. jangan dilihat dari satu sisi bahwa mereka ini orang terpenjara, namun kreatifitas dan talentanya luar biasa mereka, angkatlah mereka agar mereka mampu kembali ketengah masyarakat” Jelas Totok
Program pelatihan yang berlangsung selama 19 hari kerja atau setara dengan 152 jam ini menawarkan tiga paket keterampilan, yakni pelatihan barista, membuat pakaian, dan teknisi AC
“Pelaksanaan pelatihan kita ada 19 hari kerja, jadi kalau kita di pagi itu mulai jam 08.00 sampai jam 04.00 sore, itu 152 jam pelatihan teori praktek.” Tambah Totok




















