PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare melalui kepala dinasnya HM. Makmur Husein pada tim liputan jelajah kota radio mesra mengungkapkan dinas telah melakukan penelusuran terkait 600 siswa tamatan SD yang tidak terserap masuk pada SMP negri di kota Parepare.
“Kami melakukan penelusuran melakukan melalui kepala sekolah SD, dibantu guru kelas 6, ternyata 600 ini, orang tua atau anak anak kita lebih memilih sekolah pesantren atau sekolah yang punya tambahan pembelajaran agama, seperti SMP bina insan. SMP Bina Insan itu Itu berbayar 600 ribu per bulan, bahkan ada uang masuk 10 juta. Tapi kenapa di sana selalu full, bahkan dia menolak siswa, dia cuma mau terima 2 rombel, pendaftaran sampai ratusan. Ini kalau dua rombel dia cuma 64, 32 32 daftar lagi pakai uang masuk.” Kata Makmur
Tambah Makmur, inilah menjadi dasar bagi Dinas untuk melihat apa nilai jual di sana, ada pembelajaran tambahan agama. Di rapat koordinasi kepala sekolah dirinya menyampaikan bahwa, salah satu kalau mau nilai jual ada fenomena seperti ini.
“Masyarakat kita, lebih cenderung sekolah-sekolah yang ada pelajaran tambahan agama. Sehingga yang tangkap itu termasuk SMP 1, SMP 1 itu ada kelas Tahfidznya. Kemudian di sana anak-anak kalau misalnya dia melanggar, bukan lagi dihukum dalam bentuk lain, tapi di hukum dengan menyetor surah surah pendek. Ini menambah nilai jual SMP 1, sehingga tahun ini, saya prediksi SMP 1 lagi yang menjadi idola favorit untuk anak, orang tua. Makanya setiap dapat koordinasi setiap bulan, saya sampaikan kepala sekolah berpikir, terjemahkan ini, orang tua menginginkan sekolah itu ada pelajaran tambahan pendidikan agamanya. Karena memang di sadari kalau 3 jam per pekan, 3 jam pelajaran itu 40 menit kali 3 itu hanya 2 jam waktu normal.” Ungkap H. Makmur




















