PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sebanyak 11 petugas pengawas TPS tumbang saat menjalankan tugas pengawasan pada hari pencoblosan tanggal Rabu 14 Februari lalu. 11 petugas itu masing-masing menjalin perawatan di tempat berbeda. Selain di rumah sakit, juga ada perawatan di rumah mereka masing-masing. Selain dirawat di Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie. Direktur RS. Dr. Hari Ainun Habibie dr. Mahyuddin Rasyid mengatakan petugas yang dirawat di RS Hasri terpaksa harus menjalani perawatan lebih lanjut karena harus dilakukan transfusi.
“Rumah sakit dokter HAH Parepare merawat 2 pasien yang berasal dari teman-teman Pemantau TPS. Yang satu itu, Alhamdulillah sudah kita pulangkan karena memang tidak memerlukan tindakan lebih lanjut. Namun yang satu ini, ibu S, itu dari TPS 5 memerlukan penanganan lebih lanjut terutama tindakan transfusi. Jadi saat ini sedang dalam penanganan kami tim medis kami tim Spesialis yang memang kami sudah siapkan sebelumnya untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini.” Kata Dr. Mahyuddin.
Sementara Ketua Bawaslu Muh. Zainal Asnun mengatakan petugas yang di kembalikan atau di rawat di rumah tetap diberikan perawatan intensif.
“Dari semalam kami juga memonitoring tugas-tugas pengawasan yang dilakukan oleh teman-teman pengawas TPS, pengawas kelurahan, dan pengawas kecamatan. Ada beberapa yang kelelahan. Ada yang dimasukkan ke rumah sakit, Puskesmas ada yang dirawat di kantor mereka. Ada juga yang dikembalikan ke rumah untuk diberikan perawatan intensif. sampai saat ini ada kurang lebih 11 orang diantaranya pengawas TPS, pengawas kelurahan dan pengawasan kecamatan.’ ungkap Zainal
Selain petugas pengawas TPS anggota KPPS, 2 saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Andi Makassar Parepare. Tinggi beban kerja dalam tugas Pemilu ini membuat petugas tumbang.




















