PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Politisi Partai Nasdem yang kini berada di komisi III DPRD kota Parepare Suyuti SE mengungkap persoalan baru terkait pengelolaan masjid terapung. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Gabungan Non Govertament Organization (NGO) beserta kelompok masyarakat yang berlangsung kurang lebih 3 jam Selasa (23/01/24), Suyuti menyampaikan kegelisahan sejumlah jamaah masjid karena selama ini uang celengannya, uang salat jumatnya itu dihitung oleh kesra.
“Masjid terapung ternyata jamaahnya di sana terjadi kegelisahan bahwa selama ini uang celengannya, uang salat jumatnya, itu dihitung oleh kesra. Saya dapat langsung dapat informasi, dan saya luangkan waktu untuk salat Jumat di sana, sebelum salat Jumat di sana saya telepon pak islah. Saya bilang apakah Parepare Sudah miskin sehingga tidak ada tempat untuk menarik/ mendapat PAD, masa’ uang masjid dihitung bagian Kesra. bilang tidak pak Kebetulan pengurus masjid di sana adalah orang kesra.” kata Suyuti.
Lanjut Caleg Nasdem Dapil bacukiki no urut satu ini, tidak ada alasannya uang masjid dihitung di luar masjid. Menurut Suyuti, seharusnya Uang masjid di hitung dan di saksikan jamaah disana. Bahkan, ada dana jamaah sebesar Rp 230 juta tak pernah digunakan dan hanya ditampung.
“sejak saya sampaikan Masjid terapung itu uang nya dihitung dan disaksikan oleh jemaah di sana dan saya memang minta. Saya juga sampaikan teman-teman di sana itu uang itu kurang lebih 230 itu belum pernah digunakan, padahal semangatnya orang bersedekah itu untuk mendapatkan pahala, tertampungannya di sana. 230 juta padahal pelataran parkir, atau bagaimana itu bisa dimanfaatkan di sana. jadi Saya sudah sampaikan juga sampaikan ke pak sekda untuk diteruskan.” Jelas Suyuti.
Mendengar kondisi itu, Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Kota Parepare, Fahri Nusantara berang akan fakta yang baru diketahuinya.




















