PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kota Parepare menguatkan eksistensi Kota Sehat dengan bergabung bersama jejaring organisasi kesehatan internasional WHO-SEARO (South-East Asia Region Healthy City Network/HCN). Bergabungnya Parepare ditandai dengan rapat virtual atau zoom meeting sosialisasi jejaring Kota Sehat Kawasan Asia Tenggara di ruang rapat Bappeda Parepare, yang menjadi Sekretariat Tim Pembina Kota Sehat Parepare, Kamis, (12/10/23).
Rapat dihadiri oleh Plt Kepala Bappeda Parepare selaku Ketua Tim Pembina Kota Sehat Parepare Zulkarnaen Nasrun, Ketua Forum Kota Sehat Parepare H. Minhajuddin Ahmad, SKPD penanggungjawab tatanan, Kodim 1405 Parepare, Polres Parepare, PAM Tirta Karajae, dan beberapa stakeholder lainnya. Tim Pembina Kota Sehat Parepare, Dede Alamsyah Wakkang pada tim liputan jelajah kota radio mesra Jumat (13/20/23) mengatakan zoom meeting ini, HCN merupakan strategis untuk mensinergikan tindakan multisektoral yang menangani faktor penentu kesehatan perkotaan.
“Dalam zoom meeting ini, HCN atau Healthy City Network merupakan strategis untuk mensinergikan tindakan multisektoral yang menangani faktor penentu kesehatan perkotaan. HCN ini bertujuan memperkuat kota sehat, dan tata kelola perkotaan untuk kesehatan dan kesejahteraan. Dan tentunya HCN ini, mendorong pembelajaran pemerintah dalam memperkuat keterlibatan masyarakat dan keterlibatan pemangku kepentingan lokal membangun kapasitas kota untuk menghasilkan bukti tentang kesehatan penduduk dan faktor penentunya.” Kata Dede.
Lanjut Dede, Tentu dengan bergabungnya Parepare dalam HCN ini. akan menjadi prestise tersendiri. Karena tidak semua kabupaten kota di Indonesia bisa bergabung dengan jejaring ini. Untuk mencapai tahapan ini Pemerintah kabupaten kota yang mendaftar. itu nantinya akan mengisi beberapa form yang tentunya dalam form itu dukungan terkait dengan komitmen dari kepala daerah sangat diperlukan karena dengan komitmen tersebut itu menandakan bahwa kabupaten kota tersebut serius untuk bergabung dalam jejaring ini
“Selanjutnya, kami sampaikan juga bahwa, selain itu melakukan proses kegiatan dan indikator penilaian healty city ini ada beberapa indikator yang nantinya menjadi salah satu poin penting di dalamnya, antara lain, itu adalah bagaimana cakupan asuransi di kabupaten kota tersebut, kemudian akses terhadap informasi kesehatan, bagaimana kriminalitasnya kemudian kematian akibat lalu lintas, kesemuanya itu nantinya akan menjadi penilaian akan dilakukan pula oleh WHO dalam hal ini yang menjadi penanggung jawab dari jajaran ini karena setiap 2 tahun sekali akan dilakukan penilaian dan evaluasi.” Terang Dede.
Adapun tahapan yang dilaksanakan mulai dari pengisian pendaftaran sebagai anggota HCN Asia Tenggara dengan pengisian form 1A dan 1B serta melampirkan dukungan peminatan dari Wali Kota dan surat dukungan organisasi kesehatan. Kemudian dilakukan penilaian pre assessment terhadap sistem di perkotaan.
Selain itu, melakukan proses kegiatan dengan indikator penilaian Healthy City, antara lain, tingkat jaminan sosial dan cakupan asuransi, akses terhadap informasi kesehatan, kriminalitas, kematian akibat lalu lintas, kisaran rata-ratabaktivitas fisik pada kelompok usia dewasa, pengumpulan, pengangkutan, dan layanan TPA.




















