PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil Ketua Umum Dewan Pertimbangan Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan H. Taqayuddin Djabbar mengadakan pertemuan dengan sejumlah pelaku UMKM di tiap kelurahan di kota parepare. Seperti yang di lakukan pada Ahad ,(21/05/23). Pertemuan yang bertajuk temu usaha mikro kecil menengah (UKM) mewujudkan pemberdayaan ekonomi rakyat kota Parepare di hadiri pelaku UMK yang berada di kelurahan Lompoe kecamatan Bacukiki.
Di temui Usai Kegiatan, Taqayuddin Djabbar mengungkapkan bahwa Parepare ini punya natural resource dan itu beda dengan daerah lain
“Seperti yang kita ketahui bahwa Parepare ini punya natural resource, itu beda dengan daerah lain, kita lebih penekanan pada potensi UMKM. Seperti yang kita ketahui dan saya selalu katakan bahwa 52% KK itu di parepare adalah pelaku UMK itu setara dengan 15.757, itu pelaku UMKM di kota Parepare. Data yang ada sekarang ini dari 15.757 pelaku UMKM itu 98% adalah mikro, mikro ini rentang. Olehnya itu di ujung pandemi covid ini kita harus melakukan sesuatu.” Kata Taqayuddin.
Ketua Pembina Yayasan Tq Center ini lanjut mengatakan, Dengan kapasitas dirinya yang berlatar belakang ketua Dewan Pakar ICMI,  Bendahara Umum KAHMI, serta wakil ketua umum dewan pertimbangan kadin Sulawesi Selatan ini, tentu menjadi amanah yang besar baginya untuk kemudian bagaimana memberikan sumbangsih nyata terhadap pelaku UMK, terutama mereka yang ada di mikro. Mereka butuh disemangati, solusi dan tentu yang paling penting bagaimana persoalan-persoalan yang ditemui di mereka ini bisa channeling kan untuk kemudian melahirkan sinergitas-sinergitas berdasarkan atau sesuai dengan potensi yang di miliki potensi UMK itu.
“Lihat dulu berapa pelaku UMKnya, baru kita bicara apa yang jadi problem. Jadi ketika kita bicara potensi, maka kita lihat market. Market Parepare kecil tetapi market UMK itu besar kenapa?, 52% itu KK pelaku UMK. Artinya ada rumahnya artinya mereka bisa melakukan sesuatu. Persoalan apakah ini bisa memberikan sesuatu untuk ekonomi Parepare itu persoalan kedua. Karena tentu kita akan bicara tentang seperti apa keberpihakan kita semua, bukan cuma pemerintah tapi juga kita sebagai stacholder, kita sebagai orang yang berkecimpung di dunia usaha tentu merasa terpanggil untuk bagaimana memberdayakan mereka, pahami persoalannya, ikuti persoalannya, sinergikan dan bantu persoalannya.” Jelas Tq




















