PAREPARE, RADIOMESRA. COMm- Arus mudik lebaran 1444 hijriyah dan balik yang diprediksi akan terus mengalami peningkatan aktifitas penumpang. Memicu terjadinya penumpukan penumpang.
Mengantisipasi hal itu pihak PT Pelindo Cabang Parepare, menambah sejumlah fasilitas penumpang, untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang di pelabuhan nusantara Parepare, Sulawesi Selatan.
Seperti yang diungkapkan General Manager (GM) PT Pelindo Regional IV Cabang Parepare, Sardi mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang yang turun maupun balik lebaran 1444 Hijriyah.
“Kami dari PT Pelindo 4 cabang Parepare, untuk angkutan lebaran tahun 2023, kita sudah antisipasi jauh jauh sebelum Ramadan dan sebelum masuk masa angkutan lebaran kita sudah benahi dalam terminal penumpang dan kami menambahkan kursi untuk penumpang sebanyak 125 set atau sebesar 450 kursi untuk penumpang di dalam terminal penumpang di lantai 1, 2 dan halaman terminal penumpang, untuk menghindari adanya penumpukan penumpang yang terjadi. Kita juga sudah membuat ruang tunggu sementara dengan kapasitas 250 penumpang dan mengubah arah check in supaya tidak terjadi penumpukan yang berlebih pada saat arus balik nantinya,”terang Sardi saat ditemui di Pelabuhan Nusantara Parepare.
Selain itu kata Sardi pihaknya juga telah melakukan penambahan ruang sementara dan penambahan fasilitas berupa ruang tunggu penumpang, penambahan seat, serta perubahan akses jalur masuk dan keluar kendaraan.
Jelang lebaran 1444 hijriyah, aktifitas arus mudik masih terjadi di pelabuhan nusantara Parepare. Ribuan penumpang dari berbagai daerah di pulau Kalimantan ,terus memadati pelabuhan nusantara Parepare.
Puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada h-3 jelang hari raya idul fitri 1444 hijriyah, atau tepatnya tanggal 19 april bertepatan dengan cuti bersama yang telah ditentukan oleh pemerintah.
Berdasarkan informasi kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan ksop parepare, total penumpang yang naik dan turun hingga saat ini telah mencapai 8.000 lebih orang. (*)




















