PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare, menggelar pembekalan dan pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Kegiatan pembekalan dan pelepasan peserta KKN Tematik itu, berlangsung di Auditorium Kampus II UM Parepare
KKN Tematik yang digelar FEB UM Parepare, diikuti oleh sebanyak 57 orang dan berlangsung mulai Ahad, (05/09/22) hingga Ahad (05/02/23).
Ketua Dekan FEB UM Parepare, DR. Yadi Arodhiskara menjelaskan KKN tematik ini merupakan kerjasama dari Fakultas ekonomi dan bisnis universitas Muhammadiyah Parepare bersama Balai pelatihan dan pengembangan sumber pemberdayaan masyarakat desa kementerian desa dan transmigrasi.
“Dilaksanakannya model KKN tematik ini sangat berbeda dengan KKN reguler yang biasanya. Pertama dari sisi jangka waktu, kalau biasanya KKN Reguler itu sekitar 40 sampai 60 hari atau sekitar 1 bulan setengah, 2 bulan, pelaksanaan KKN tematik itu dilakukan kurang lebih 6 bulan, kita laksanakan mulai September hingga bulan Februari 2023. Kenapa dikatakan tematik karena ada tema khusus yang menjadi fokus dalam KKN mahasiswa kami. Pertama kita ingin fokus pada program pemberdayaan masyarakat desa khususnya pada badan usaha milik desa yang ada di lokasi KKN.” Kata DR. Yadi.
Lanjut DR. Yadi, tujuannya agar bumdes ini bisa berkontribusi dalam pembangunan di desa karena selama ini menurut informasi yang di terima pendapatan desa itu hanya bersumber dari dua dari alokasi dana desa dan dana desa sementara dari hasil pengelolaan dana desa yang disertakan oleh bumdes itu masih relatif kecil inilah pula pesan dari kementerian pedesaan untuk memberikan dukungan bagi pengelolaan manajemen di bumdes.
“Kami fokus nya itu bagaimana membuat Bumdes lebih bisa mandiri dan berkontribusi dalam pembangunan desa. Kemudian dalam hal pendampingan ini nantinya tidak hanya didampingi oleh dosen pembimbing berasal dari fakultas ekonomi dan bisnis, tapi juga akan ada tenaga pendamping dari Balai pelatihan dan pengembangan masyarakat desa yang menyertai para mahasiswa. Kemudian karena saat ini jangka waktunya 6 bulan, maka nilai SKSnya pun yang diprogram itu berubah, jadi mahasiswa yang memprogram KKN tematik ini itu memprogram 20 SKS atau setara dengan 20 SKS.” Jelas Yadi.
DR. Yadi menambahkan Mahasiswa tidak ikut kuliah lagi karena kuliahnya itu langsung kuliah di lapangan setara dengan 20 SKS sesuai dengan amanat program merdeka belajar kampus merdeka harus memberikan mahasiswa kesempatan maksimal 60 SKS berada di luar program studi jadi minimal 20 dan maksimal 60 SKS.
“Kami merupakan kampus pertama yang berkolaborasi dengan Balai pelatihan pengembangan masyarakat desa ini dalam melaksanakan KKN tematik di Sulawesi Selatan.” Tutup DR. Yadi.
Untuk penentuan lokasi merupakan koordinasi dengan Balai di mana ada dua provinsi yang ditempati pertama provinsi Sulawesi Selatan itu di kabupaten Barru, Pinrang, Sidrap, Enrekang dan Soppeng kemudian provinsi Sulawesi barat di kabupaten Polewali dan mandar. jadi ada 2 provinsi kemudian kabupaten tersebut ada 15 desa yang menjadi tempat pelaksanaan lokasi KKN tematik angkatan pertama ini.




















