PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil Ketua DPRD kota Parepare M. Rahmat Sjamsul Alam membantah jika program vaksin anak yang sekarang menjadi kelinci percobaan. Menurutnya justru anak anak yang di vaksin lebih awal adalah kelinci percobaan seperti anaknya sendiri. Hal tersebut di utarakan Rahmat pada Bincang Heboh Sabtu (05/02/22) lalu.
“kita ini sudah dijadikan kelinci percobaan karena sudah divaksin termasuk beberapa anak dokter dan mereka semua aman-aman saja. Kalau anak-anaknya divaksin berarti jadi lebih aman. Karena sebelum divaksin tentu pemerintah ada kajian dan penelitian Vaksin dari segi kesehatan ada jaminan aman dan manfaat. Aman Tidak mengganggu kesehatan tidak membuat orang meninggal, Bermanfaat mampu melawan covid kalau dia datang, mampu mendeteksi. sudah tidak diragukan lagi aman manfaat dan gratis juga halal.” Kata Rahmat.
Lanjut Anggota Legislatif dapil ujung ini, dirinya sepakat kalau ada yang bergejala disitulah peran pemerintah karena ini kebijakan pemerintah tetap menjadi tanggung jawab pemerintah dulu terkait surat pernyataan tanggung jawab orang tua menurutnya itu salah karena vaksin ini dilaksanakan pemerintah maka pemerintah tanggung jawab.
“Anaknya sakit langsung bawa kerumah sakit kalau di rumah sakit tidak ada pelayanan sampaikan ke DPR, Terkait paksaan, kalau kita berbicara kedaruratan pasti ada paksaan. Namun kebijakan pemerintah masih lunak contoh kalau mau keluar daerah wajib PCR antigen ini bentuk memaksa tapi masih lunak, PKH tidak dikasih bantuan kalau tidak vaksin itu paksaan, tapi lunak karena itu bagian dari kebijakan pemerintah sendiri.”Terang Rahmat.
Lanjut Rahmat, untuk vaksin anak usia 6-11 tahun untuk meyakinkan masyarakat yang langsung tangani vaksin adalah dokter dan ini wajib dokter yang tangani.




















