Kamis, Desember 1, 2022

Buka Festival Salokaraje, TP Ceritakan Kegelisahan Warga Parepare Terkait Kebutuhan Air

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Festival Salokaraje kembali hadir di kota Parepare setelah vakum selama 2 tahun akibat pandemi covid 19. Wali kota Parepare Dr. HM. Taufan Pawe SH.,SM dalam sambutannya membuka Festival Salo Karajae Selasa (27/08/22) mengatakan festival salokaraja diawali dengan pemikiran bahwa kota Parepare ini adalah kota yang tidak mempunyai sumber daya alam sangat minim sehingga dirinya berpikir kota ini harus maju dan berkembang sehingga lahirlah ide awal start tahun 2013 ingin menjadikan kota Parepare untuk menjadi kota yang maju dan berkembang.

“Festival salokaraja, kita melaksanakan dan tertunda kita laksanakan karena satu dan lain hal yaitu covid,  3 tahun lamanya. Pelaksanaan terakhir sebelum pandemi yang hadir Bapak gubernur waktu itu prof Nurdin Abdullah. Festival salokaraja diawali dengan pemikiran bahwa kota Parepare ini adalah kota yang tidak mempunyai sumber daya alam. Sangat minim sehingga saya berpikir kota ini harus maju dan berkembang sehingga lahirlah ide saya awal start tahun 2013 ingin menjadikan kota Parepare untuk menjadi kota yang maju dan berkembang dengan menjadikan Bapak menjadi BJ Habibie sebagai sumber inspirasi.” Kata Taufan.

Lanjut Wali kota yang baru saja menerima Award sebagai Kepala daerah inovatif Versi Media Portal MNC ini, Dirinya betul-betul merasakan bagaimana jeritan masyarakat kota Parepare dengan kurangnya ketersediaan air bersih.

“Alhamdulillah saya mencoba melakukan pendekatan naskah akademik mencari tahu apakah kota Parepare ini yang terdiri dari tiga dimensi dimensi pesisir, dimensi dataran rendah, dan dimensi tinggi kalau bisa kami bisa mendapatkan sumber air yang bisa dikelolah dan diproduksi menjadi air bersih. Ternyata jawabannya ada yaitu dengan sistem bio listrik. Dengan meminta dukungan anggota dewan yang ada sebagai mitra pemerintah kota, kami mencoba menganggarkan dengan memakai sistem bio listrik sumur bor, di luar dugaan kami ternyata satu titik bor bisa berkapasitas 20 liter per detik. Berkat rezeki masyarakat Parepare PAD kami meningkat terus, kami mampu mengebor 15 titik sumur bor dengan sistem bio listrik, artinya ketergantungan kami di sungai salokarajae ini bisa disinergikan dan pada akhirnya, 15 sumur bor kini bisa memproduksi 300 liter per detik dan ditambah minimnya pada musim kemarau 60. – 80 liter per detik sehingga saya harus katakan bahwa ketersediaan air bersih kota Parepare ini sudah surplus.” Jelas Taufan.

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,590PengikutMengikuti
20,300PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

  • https://radiomesra.com:8183/mesra
  • Radio Mesra Parepare