Rabu, September 28, 2022

Geram Ladoma Tidak Ada Kabar, MPC PP Desak Polisi Serius Tangani Penyerebotan Kawasan Hutang Lindung

PAREPARE, RADIOMESRA.COM — Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) mulai geram dan mendesak penyidik Polres Parepare mengambil langkah serius terkait penanganan kasus dugaan penyerobotan lahan hutan lindung dan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh sejumlah oknum pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare terkait pembangunan wahana wisata River Ladoma di Kelurahan Wattang Bacukiki Kecamatan Bacukiki Kota Parepare.

Terkait kasus yang “mandek” dan terkesan didiamkan pihak Polres lantaran sudah berjalan kurang lebih setahun sejak dilaporkan secara resmi pihak LSM di Polres, Ketua MPC PP Parepare Fadly Agus Mante bersama beberapa pengurus MPC PP melakukan audiensi bersama Kasat Reskrim Polres, di Mapolres Parepare, Rabu (20/9/2017).

“Maksud kedatangan kami (PP) mempertanyakan dugaan kasus penyerobotan lahan hutan lindung dan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum pejabat Pemkot Parepare. Indikasinya tapal batas hutan lindung yang masuk dalam area tempat wisata River Ladoma,” jelas pria yang akrab disapa Awienk ini.

Mantan legislator Parepare ini mendesak kepolisian untuk kembali menggelar kasus tersebut yang kurun waktu sekira satu tahun seolah-olah tidak ditindak lanjuti, padahal pemanggilan saksi dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sudah sangat jelas.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Herly Purnama dihubungi usai audiensi dengan MPC PP terkait kasus River Ladoma enggan berkomentar banyak. “Masih kita proses,” singkat Herly.

Kasus ini pun sontak menuai reaksi keras pemerhati lingkungan Hamri Kalbu. Dia menyebut dan menghimbau kepada aktivis lingkungan agar tetap konsen melakukan pelestarian lingkungan, bukan justru menjadi “mafia” lingkungan yang memback up aktivitas ilegal yang disinyalir dilakukan oknum pejabat Pemkot Parepare mengekploitasi hutan lindung.

Sejumlah nama yang dikaitkan dan dikabarkan terlibat dalam kasus ini antara lain, mengenai pemberian izin lingkungan dan rekomendasi diduga melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Parepare Mustafa Mappangara, Kadis Tata Ruang dan Wasbang Kadarusman Mangurusi yang kini menjabat Kadis Pendidikan selaku pihak yang memberi rekomendasi Izin Prinsip.

Kadis Olahraga Pemuda dan Pariwisata Ramadhan Umasangaji yang kini menjabat Asisten II Pemkot selaku pihak yang memberi rekomendasi, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Amir Lolo yang kini menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup selaku pihak yang memberi Izin Lingkungan, termasuk Walikota Parepare Taufan Pawe (TP) selaku pihak yang menandatangani Izin Prinsip Pembangunan Wahana Wisata River Ladoma atas nama Andi Wahyuddin.

Sementara pihak yang diduga terlibat dalam pembuatan sertifikat, kata Awienk masih terus dilakukan investigasi pihaknya di lapangan yang diduga melibatkan Oknum Lurah Wattang Bacukiku, oknum Camat Bacukiki dan oknum Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) Kota Parepare.

(cyberpare.com/ardi)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,505PengikutMengikuti
20,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

  • https://radiomesra.com:8183/mesra
  • Radio Mesra Parepare